[Baru] Silakan BERTANYA tentang AGAMA ISLAM dengan BERTANYA LANGSUNG LEWAT TELEPON & Lewat SUREL (email) kepada AL-USTADZ DZULQARNAIN M.SUNUSI

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Disampaikan kepada Kaum Muslimin dan Muslimat, bahwa kini terbuka bagi kita semua untuk bertanya tentang Agama Islam kepada Al-Fadhil Al-Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi. Beliau adalah Pengajar di Pesantren As-Sunnah, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia, & Juga Merupakan Murid dari Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan; Anggota Lembaga Pembahasan Ilmiah & Fatwa Saudi Arabia. Adapun biografi beliau yang lebih lengkap, dapat kita baca langsung di website beliau: http://dzulqarnain.net/biografi  Lanjutkan membaca

Tanya Jawab: MEMAKAI KAWAT GIGI

Ana belum lama mempelajari manhaj Ahlussunnah wal jamaah, dan ana juga berlangganan majalah Akhwat. Ana mau tanya, apakah boleh memakai kawat gigi jika gigi tersebut mengalami pergeseran dari semula tidak bertumpuk menjadi bertumpuk dan terlihat buruk serta mengganggu proses pengunyahan/pencernaan jika tidak ada pemeliharaan? mohon jawabannya. Jazaakallaahu khayran. (Akhwat Sulawesi 08 **********)

Jawaban Al-Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi

Masalah yang disebutkan oleh penanya adalah hal yang banyak dipertanyakan dengan bentuk-bentuk serupa, seperti mengubah alis, operasi bibir sumbing, atau operasi kulit. Lanjutkan membaca

Zakat Perabot Rumah Tangga

Pertanyaan

Bagaimana dengan harta benda yang ada di rumah, misalnya perabotan rumah tangga, apakah zakatnya harus dikeluarkan juga?

 

Dijawab oleh Al-Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi:

Perlu diketahui bahwa yang terkena kewajiban zakat hanyalah harta tertentu, bukan seluruh harta. Secara global, harta-harta yang zakatnya wajib dikeluarkan adalah: Lanjutkan membaca

Hukum Mempelajari Injil

Tanya: Bolehkah bagi seorang muslim untuk menekuni (mempelajari) Injil agar dia bisa mengetahui firman Allah kepada hamba dan Rasul-Nya Isa alaihis sholatu wassalam ?

Jawab: Tidak boleh menekuni (mempelajari) sesuatupun dari kitab-kitab yang mendahului Al-Qur`an,  berupa Injil atau Taurat atau selain keduanya dengan dua sebab :

Sebab pertama : Sesungguhnya semua yang bermanfaat di dalamnya (kitab-kitab tersebut) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskannya dalam Al-Qur`anul Karim. Lanjutkan membaca

Hukum Mengkonsumsi Makanan yang Mengandung Sedikit Alkohol

Penulis: Al-Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi

Bismillah,

Bagaimana hukum mengkonsumsi makanan yang mengandung sedikit alkohol, misalnya tapai dan brem?

Jazakumullahu khairan.

 

Jawaban Al-Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi

Dalam hal yang ditanyakan di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamtelah memberi suatu ketentuan umum dalam sabdanya,

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ

“Tiap sesuatu yang memabukkan adalah khamar dan tiap sesuatu yang memabukkan adalah haram.” [1]

Dalam hadits lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan,

مَا أَسْكَرَ كَثِيْرُهُ فَقَلِيْلُهُ حَرَامٌ

“Segala sesuatu yang memabukkan (bila) banyak, (juga) adalah haram (bila) sedikit.”[2] Lanjutkan membaca

Hukum IMUNISASI

Dijawab oleh: Al-Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi

Pertanyaan:
Bagaimana hukum vaksinasi atau imunisasi untuk anak-anak, apakah halal atau haram? Karena kami bingung.

 

Jawaban:

Untuk pertanyaan di atas, ada beberapa hal yang perlu dijelaskan:

Pertama, pengobatan untuk mencegah terjadinya penyakit adalah hal yang diperbolehkan. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

“Barang siapa yang makan pagi dengan tujuh butir kurma ‘Ajwah, dia tidak akan dibahayakan oleh racun dan sihir pada hari itu.” (Hadits Sa’d bin Abi Waqqashradhiyallahu ‘anhu  riwayat Al-Bukhary dan Muslim)

Dari hadits di atas, telah jelas bahwa pencegahan terhadap bahaya racun dan sihir adalah dengan memakan kurma ‘Ajwah. Lanjutkan membaca

Ternyata Istri Saya SUDAH TIDAK PERAWAN, Apa yang Harus Saya Lakukan?

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah ditanya:

س : إذا تزوج بنتا وبعد الدخول عليها لم يجدها بكرا فماذا يفعل ؟

ج : هذا له أسباب ، قد تكون البكارة ذهبت بأسباب غير الزنا ، فيجب حسن الظن إذا كان ظاهرها الخير ، وظاهرها الاستقامة ، فيجب حسن الظن في ذلك ، أو كانت قد فعلت الفاحشة ثم تابت ، وندمت وظهر منها الخير ما يضره ذلك ، وقد تكون البكارة زالت من شدة الحيض ، فإن الحيضة الشديدة تزيل البكارة ، ذكره العلماء وكانت تزول البكارة ببعض الوثبات ، إذا وثبت من مكان إلى مكان ، أو نزلت من محل مرتفع إلى محل سافل بقوة قد تزول البكارة ، فليس من لازم البكارة أن يكون زوالها بالزنا ، لا ، فإذا ادعت أنها زالت البكارة في أمر غير الفاحشة ، فلا حرج عليه ، أو بالفاحشة ولكنها ذكرت له أنها مغصوبة ومكرهة ، فإن هذا لا يضره أيضا ، إذا كانت قد مضى عليها حيضة بعد الحادث ، أو ذكرت أنها تابت وندمت ، وأن هذا فعلته في حال سفهها وجهلها ثم تابت وندمت ، فإنه لا يضره ، ولا ينبغي أن يشيع ذلك ، بل ينبغي أن يستر عليها ، فإن غلب على ظنه صدقها واستقامتها ، أبقاها وإلا طلقها مع الستر وعدم إظهار ما يسبب الفتنة والشر . 

Pertanyaan: Jika seseorang menikahi wanita yang ternyata setelah melewati malam pertama baru dia ketahui bahwa istrinya sudah tidak perawan lagi, apa yang harus dia lakukan?

Jawaban: Hilangnya keperawanan terjadi karena banyak sebab, bisa jadi keperawanannya hilang karena sebab-sebab selain zina, maka wajib berprasangka baik kepada istri jika secara zahir nampak baik (shalihah) dan istiqomah. Bisa jadi pula memang dahulunya dia pernah berzina namun kini telah taubat dan menyesali perbuatannya, lalu nampak kebaikannya, maka dosanya yang dahulu tidak ada pengaruhnya lagi terhadap suaminya. Bisa jadi pula keperawanan itu hilang karena beratnya haid, karena haid yang berat bisa menghilangkan keperawanan. Ulama juga menjelaskan bahwa keperawanan dapat hilang karena melompat, yakni jika dia pernah melompat dari suatu tempat ke tempat lainnya, atau turun dari tempat yang tinggi ke tempat yang sangat rendah dengan mengeluarkan tenaga berlebihan, hal itu bisa saja menghilangkan keperawanan. Lanjutkan membaca